Perspektif atas pengelolaan hutan berkelanjutan dan peran aktif pada agenda pembangunan pasca 2030
Keberhasilan implementasi Kerangka Kerja Perbaikan (remedy) FSC yang dijalankan oleh APRIL bergantung pada keterlibatan yang bermakna dan kolaborasi erat dengan masyarakat lokal serta masyarakat adat, bersama para pemangku kepentingan lainnya. Sebagai bagian dari proses remedy,
Pada tahun 2013, APRIL menginisiasikan Restorasi Ekosistem Riau (RER), sebuah inisiatif restorasi ekosistem yang bertujuan untuk melindungi, merestorasi, dan mengkonservasi hutan lahan gambut yang penting secara ekologis di Provinsi Riau, Indonesia.
Grup APRIL telah menerbitkan Laporan Berkelanjutan Tahun 2015-2016, berjudul Meningkatkan Kualitas Hidup, yang mencakup periode penting dalam progres keberlanjutan perusahaan.
Pencegahan karhutla di Provinsi Riau, Indonesia dilakukan dengan berbagai cara – mulai dari Program Desa Bebas Api (Fire Free Village Programme) yang berbasis kemasyarakatan dan kolaborasi serta ketanggapan tim pemadam kebakaran di lapangan hingga kontribusi
Pemerintah Republik Indonesia mengintensifikasikan upaya perlindungan lingkungan dengan mencegah kebakaran hutan dan lahan serta memperkuat respon pemadaman karhutla. Dalam rangka berpartisipasi dibawah kepemimpinan pemerintah RI dalam hal pencegahan karhutla adalah kelompok Fire Free Alliance (FFA)
APRIL meminta maaf kepada Stakeholder Advisory Committee (SAC) dan para pemangku kepentingan lainnya atas kesalahan mereferensikan klausul-klausul tertentu dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PerMenLHK No. 32 Tahun
Dalam edisi terbarunya, Indonesia Strategic Review memuat esai dari Lucita Jasmin, APRIL Group’s Director for Sustainability & External Affairs, yang membahas potensi masyarakat ASEAN untuk menentukan agenda sustainability mereka sendiri yang sejalan dengan keunikan dan