Perspektif atas pengelolaan hutan berkelanjutan dan peran aktif pada agenda pembangunan pasca 2030
Keberhasilan implementasi Kerangka Kerja Perbaikan (remedy) FSC yang dijalankan oleh APRIL bergantung pada keterlibatan yang bermakna dan kolaborasi erat dengan masyarakat lokal serta masyarakat adat, bersama para pemangku kepentingan lainnya. Sebagai bagian dari proses remedy,
Oleh: Anthony Greer PhD, Head Peatland Management
Pada Forum Bisnis yang Bertanggung Jawab untuk Pangan dan Pertanian 2016, yang diselenggarakan di Jakarta pada akhir April, pembicara Lucita Jasmin dari Grup APRIL berbicara tentang kontribusi perusahaan untuk whitepaper yang diprakarsai oleh Dewan Bisnis
Para pemasok APRIL yaitu PT SRL dan PT RL baru-baru ini bertindak atas dugaan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan tertentu. APRIL telah memberikan instruksi yang jelas kepada kedua pemasok untuk segera menindak lanjuti masalah tersebut.
Kebakaran dan kabut asap merupakan permasalahan yang kompleks yang tidak ada satu pihak yang bisa memecahkan sendiri. Kolaborasi dan berbagi di antara perusahaan-perusahaan kehutanan dan pertanian, LSM dan mitra yang bersangkutan sangat penting untuk mencapai
Oleh: Anthony Greer, Kepala Keberlangsungan Lahan Gambut Diskusi yang berkaitan dengan pengelolaan hutan pada pertemuan PBB baru-baru ini tentang iklim (COP21) dan di forum lain selama beberapa tahun terakhir terkait keberlanjutan lahan gambut dimana terdapat
Ditengah pertemuan COP21, Grup APRIL mengumumkan lebih dari dua kali lipat komitmen restorasi lahan gambut di Indonesia menjadi 150.000 hektar dengan investasi sebear US$100 juta selama dekade berikutnya untuk konservasi dan restorasi.